Saturday



Berkesempatan untuk datang ke ibukota Sulawesi Barat, jadi pengalaman yang seru di awal bulan Mei kemarin. Perjalanannya dimulai dari Tangerang sampai ke Bandara Sultan Hasanuddin, dan langsung dijemput sama team event organizer-nya. Diceritain mengenai Makassar, obyek wisata, makanan sampai hiburan malam sepanjang perjalanan menuju hotel Grand Clarion. Setibanya di hotel, langsung tuh nyalain laptop dan test preview ke screen. Jam 11an siang perut yang mulai keroncongan, akhirnya diketahui sama client-nya, dan selesai preview dan test receiver, langsung diajak makan. 

Alat voting yang dibawa, kali ini, nggak terlalu banyak, cuma 50 unit! Perusahaan asuransi nasional yang mengadakan meeting dan gathering, mengundang sekitar 60an orang untuk acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Penggunaannya kali ini ditujukan untuk meminta respon audiences setelah penjelasan mengenai product knowledges dan malam harinya dipergunakan untuk quiz hiburan. Nggak ada kendala selama pelaksanaan proses voting dan quiz, salah satunya, karena kami banyak dibantu oleh EO yang menyediakan banyak template powerpoint, termasuk sebegitu detailnya mereka pada mekanisme, sampai menentukan musik dan durasi waktu voting. Sangat profesional!

Memberikan apresiasi kepada pelanggan terpilih merupakan salah satu cara untuk menjalin hubungan sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan pada produk. Hal ini juga yang kerap dilakukan oleh banyak perusahaan, melalui mekanisme mengundang para pelanggan untuk menghadiri sebuah jamuan makan malam dimeriahkan dengan penghargaan khusus dan juga hiburan, atau sekarang biasa disebut dengan costumer gathering. Disamping tujuan jangka panjang untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, pemilik merk juga bisa memanfaatkan moment ini untuk mendapatkan masukan berharga dari para pelanggan, tentang sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan oleh berbagai divisi internal perusahaan melalui survey kepuasan pelanggan yang bisa diadakan langsung di tengah acara. 

Ilustrasi yang kami tampilkan melalui gambar disamping, dapat dijadikan sebagai inspirasi dan referensi bagi pemegang merk untuk mengadakan survey kepuasan pelanggan. Dengan survey ini, tentu saja, akan ada banyak feedback yang bisa dipergunakan sebagai peningkatan dan perbaikan, khususnya pada area - area dimana feedback negatif paling banyak didapatkan.


Saat berlangsungnya sebuah acara, yang kami maksud dengan acara adalah gathering yang diadakan oleh corporate dengan mengundang mitra bisnis / mitra kerja mereka. Beberapa diantara mitra yang diundang, sudah pasti, beberapa diantaranya sudah pernah datang untuk acara yang sama pada periode sebelumnya. Oleh karenanya, setiap kali diadakan acara yang sama pada periode berikutnya, akan aneh dan nggak berkesan, kalau penyelenggara acaranya, mengusulkan hal yang sama sebagaimana yang mereka sudah lakukan sepanjang tahun. 

Salah satu content acara yang mungkin, bisa jadi inspirasi buat kalian, sehingga acara-nya menjadi menarik dan berkesan, adalah dengan penyediaan game kuis. Yang bikin game kuis ini jadi game kuis terbaik, tentu saja, hal - hal apa yang akan menjadi bahan sebagai pertanyaan yang akan diajukan. Bagian yang kedua, yang menjadikan game kuis ini jadi game kuis terbaik pada saat acara, adalah tentang mekanisme dari audiences yang hadir, bagaimana mereka akan menjawab pertanyaannya. Apakah dengan nunjuk tangan, lalu meneriakkan jawabannya ( sebuah mekanisme yang lazim digunakan ), atau kalian berharap ada sebuah mekanisme yang beda, mudah dan hasil perhitungan score yang cepat, sehingga bisa dengar segera diketahui siapa pemenang dalam kuis ini. Memangnya ada ya ? Ada dong...

Monday



Sekelompok panitia acara rapat kerja tahunan perusahaan, mengeluhkan tentang betapa repotnya mereka untuk bisa mendapatkan feedback, tentang bagaimana proses persiapan acara mereka, bagaimana kesigapan panitia acara, bagaimana penilaian audiences tentang presenter yang baru saja naik ke atas panggung, apa harapan dari audiences yang hadir sebagai perbaikan untuk acara kedepannya. Yang mereka keluhkan adalah, mereka harus menyiapkan lembaran demi lembaran yang berisi daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh audiences yang hadir di acara mereka. Nggak ketinggalan, mereka juga perlu menyediakan alat tulis satu per satu untuk semua orang yang hadir pada acara tersebut. Memang repot yak :)

http://dedyenha.blogspot.com/2016/07/draft-konsep-acara-reuni.html
Setelah sempat menghabiskan waktu bersama di masa sekolah, kita akhirnya terpisah dengan teman - teman dulu. Reuni, akan menjadi moment untuk mengenang kembali beragam kisah seru, lucu, konyol hingga memalukan. Biar jadi seru dan berkesan, yu mari kita simak beberapa ide dari menyenangkan ini. 

  1. Kompilasikan foto - foto jadul. Mengumpulkan kembali foto - foto dari beragam peristiwa yang sudah berlalu dan menampilkannya di screen atau media visual lainnya, akan menghadirkan kembali memori kalian. Nggak jarang, tertawaan dan celaan dari foto - foto yang ditampilkan, akan menambah serunya suasana saat reuni. Kalian bisa berkomentar dan bercerita banyak, mengenang kembali moment saat foto itu diambil. 
  2. Mengenakan kostum saat sekolah dulu. Pada saat acara reuni berlangsung, masih memungkinkan nggak untuk mengenakan seragam saat sekolah dulu ? Bagaimana bentuk seragamnya saat ini, masih cukup, atau sudah mulai membentuk tanjakan di depan perut kalian ? Pastinya akan jadi lucu untuk melihat muka - muka yang sudah mulai menua dengan seragam sekolah kalian. 


Merasa grogi, demam panggung, sampai - sampai lupa pada kalimat yang sudah dilatih berkali - kali sebelumnya :) Itulah yang kebanyakan terjadi saat presentasi akan dimulai. Sebagai presenter, orang yang akan mempresentasikannya, kadang semua hal yang sudah dilatih sebelumnya, mendadak hilang dari daftar yang akan kita sampaikan dari pikiran kita, karena saat itu, pikiran kita sudah tidak mampu bekerja dengan baik, karena perasaan takut dan khawatir yang berlebihan. Padahal, untuk jadinya membuat presentasi yang luar biasa, yang diperlukan adalah 30 detik pertama. 

Yes! ini sih bukan teori resmi dan valid, tapi 30 detik pertama saat kita membuka presentasi, akan menentukan bagaimana presentasi itu selanjutnya. Salah satu yang dilakukan oleh client kami, rasanya sangat berharga untuk kami share pada artikel kali ini, yang membuat kami jadinya melihat, bahwa, ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan pada 30 detik pertama yang akan membuat rasa percaya diri naik, respon dari audiences

Beberapa kali kami mendukung acara meeting perusahaan nasional, termasuk meeting dengan pembahasan mengenai mengenai hal - hal yang sifatnya strategic. Membahas tentang bagaimana target jangka panjang perusahaan, bagaimana dengan pengembangan produk dari perusahaan dan hal - hal lain yang sifatnya merupakan gambaran sesuatu yang akan mereka dapatkan di masa yang akan datang. Apa yang akan mereka lakukan untuk mendapatkan hasil di masa yang akan datang, juga dibahas pada meeting strategic meeting ini, beberapa diantaranya difasilitasi oleh perusahaan konsultan atau coaching yang bekerjasama dengan perusahaan tersebut. Semua hal - hal ini, dilakukan, agar direksi dan management dari perusahaan mengetahui secara jelas apa tujuan mereka, dan bagaimana mereka akan bersama - sama bergerak menuju arah yang sama. 

Hal - hal tadi dibahas bersama - sama, diawali dengan pemaparan mengenai kondisi yang terjadi sepanjang satu tahun kemarin. Dan mulailah dilanjutkan dengan apa yang sebenarnya direksi dan management harapkan dari perusahaan untuk dicapai selama 1 tahun ke depan, 5 tahun ke depan dan seterusnya. Oleh konsultan atau coach yang memfasilitasi,
Inilah yang terjadi dalam keadaan sesungguhnya, sebuah acara dilangsungkan untuk memperkenalkan produk gadget terbaru, dan saat product manager mempresentasikan mengenai produk ini, kebanyakan yang diundang, tidak memberikan perhatian sepenuhnya kepada penjelasan tentang produk baru tersebut. Disamping karena sudah dituliskan pada lembaran pers kit / marketing kit yang sudah diberikan pada saat registrasi, materi presentasinya pun tidak dibuat dengan menarik dan yang membawakannya pun, seperti sedang bicara sendiri, datar, tanpa ekspresi dan seolah presentasi ini, hanyalah kewajiban yang harus segera diselesaikan. 

Tentu saja, untuk membuat materi presentasi menjadi lebih menarik, selain tampilan desain yang perlu dibuat menarik, eye catching, materi yang ditampilkan pun perlu dpikirkan secara masak, agar dapat membawa emosi audiences yang hadir untuk merasakan apa yang saat itu sedang disampaikan oleh presenter.


Inilah yang seru dari aplikasi penggunaan voting pad di tengah acara! Ketika dipergunakan sebagai bagian dari content acara, apalagi jika digarap oleh team internal yang mengadakan acara, maka pertanyaan - pertanyaan unik nan menghibur akan banyak diselipkan. Tapi ada makna yang terkandung di setiap pertanyaan dengan pilihan jawaban yang sudah disiapkan itu. Salah satunya adalah untuk mengetahui, sebesar apa kecintaan dan loyalitas mereka terhadap merk produk yang selama ini mereka jual ? Seberapa besar tingkat pengetahuan mereka akan product knowledge termasuk fasilitas support pendukung. Dari hasil jawaban yang diterima, akhirnya bisa disimpulkan apa yang perlu diimprove dari brand kepada para distributor produk. 

Acara yang berlangsung beberapa tahun lalu ini, berlangsung di sebuah tempat di kaki bukit kawasan Bandung. Sebuah distributor gathering yang dikhususkan bagi main distributor yang sudah bermitra dengan brand selama beberapa tahun terakhir. Nggak banyak yang ikut dalam acara ini, karena distributor yang mereka undang, merupakan distributor pilihan yang sudah berhasil mengumpulkan sejumlah point.


Kunjungan kerja kami di sewaalatvoting berlanjut ke kawasan Sumatera Selatan, tepatnya di Kota Palembang. Adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi yang kali ini mengadakan kick off meeting dan mengambil lokasi di hotel Batiqa Palembang. Hotel yang berjarak kurang lebih sekitar 15 km dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ini, perusahaan asuransi ini, mengadakan kick off meeting dengan melibatkan kurang lebih sekitar 150 orang, dan di hotel tersebut, meeting room Naga Besaung menjadi tempat diadakannya acara. 

Penggunaan voting pad atau alat voting kali ini, ditujukan untuk memberikan gambaran kepada direksi dan management perusahaan, tentang seberapa optimis para tenaga penjual terhadap target yang sudah ditetapkan, dan juga untuk melihat apa saja hal - hal yang berpotensi untuk menghambat tenaga penjual untuk dapat mencapai targetnya sepanjang tahun yang akan berjalan. Penggunaan voting pad juga diaplikasikan untuk mengetahui sejauh mana para tenaga penjual mendapatkan informasi dari setiap presenter yang tampil, apakah informasi yang mereka dapatkan cukup bernilai atau sebaliknya.